Teman Humoris
”Hai, boleh kenalan?” tanya seorang laki-laki dari belakangku. Saat itu hari Senin, hari pertama aku aku masuk SMP. Aku berkenalan dengan seorang teman baru bernama Anto. Teman satu kelas yang paling seru menurutku. Dari awal berkenalan dengannya, dia terlihat sangat humoris. Kata apapun yang keluar dari mulutnya seolah-olah sudah di sulap menjadi sesuatu yang lucu.
Anto
memiliki bentuk wajah panjang, rambut tebalnya yang hitam kecokelatan disisir rapih
ke arah kanan. Matanya yang juga cokelat dan sipit seolah selalu mengajakku
bercanda, tetapi ketika marah matanya terlihat besar dan tajam. Anto juga
memiliki hidung yang mancung dan bibir yang tipis, serta pipi tirus yang
dilengkapi dengan lesung pipi ketika ia tersenyum.
Selain
itu, suara Anto terdengar berat dan ngebass seperti suara laki-laki dewasa,
tetapi dengan suara seperti itu Anto bisa membuat teman-teman di kelas tertawa
karena ia kadang menirukan suara beberapa guru dengan sangat mirip. Ia pernah
menirukan suara seorang guru lalu guru tersebut mengetahui dan malah ikut
menertawakan tingkahnya.
Anto
memiliki postur tubuh yang tinggi, paling tinggi di antara teman-teman
sekelasku. sekitar 170 cm. Saat upacara bendera aku senang berbaris di sebelahnya
karena tinggi tubuhnya bisa menjadi penghalang cahaya matahari yang merambat ke
arahku. Ketika sedang duduk di kelas, badan dan tangannya terlihat besar dan
berotot. Apalagi ia sangat suka berolah raga. Saat ia memakai celana olahraga yang
pendek terlihat dengan jelas otot-otot pada kakinya yang menonjol.
Anto
adalah teman dekatku dari tahun 2014 sampai hari ini. Menurutku ia adalah sosok
yang pekerja keras, serius dan pintar. Tetapi di lain sisi ia adalah orang yang
sangat humoris, ia sering menghibur saat teman-teman di kelasku mulai kesal
dengan tugas menumpuk yang diberikan oleh guru atau ketika ada teman yang
sedang putus cinta. Tahun ini adalah tahun ke enam kami berteman. Semoga
pertemananku dan Anto bisa terus terjaga sampai kami dewasa.
Komentar
Posting Komentar