Kartu Parkir Kuno
“Selamat
pagi, Kak.” Sapa seorang satpam di depan jalan masuk UPJ sambil memberikan
kartu parkir pada setiap pengendara yang masuk baik mahasiswa maupun dosen.
Penggunaan kartu parkir di UPJ rasanya kurang efisien dan sedikit menyusahkan
karena beberapa alasan yaitu, satpam terlihat kesulitan saat memberikan dan
mengambil kartu dari para pengendara yang akan masuk atau keluar area kampus,
ukuran kartu kecil, dan kartu sering habis.
Saat
pagi sering terjadi kemacetan di depan jalan masuk UPJ. Hal itu disebabkan
jumlah kendaraan dosen dan mahasiswa tidak sebanding dengan satpam yang
membagikan kartu parkir. Dari puluhan
kendaraan yang masuk, hanya satu orang satpam yang membagikan kartu, dan satu
atau dua orang satpam lainnya mengatur jalan masuk ke kampus. Saat waktu pulang
juga sering terlihat antrean kendaraan yang akan pulang dan mengembalikan kartu
parkir tersebut. Hal itu sering terjadi karena pengendara harus mencari-cari
kartu yang terselip di dalam tas.
Ukuran
kartu yang kecil dan sedikit lusuh membuat kami pengendara malas untuk
menyimpannya dengan rapi. Model kartu yang tidak menarik dan tidak berfungsi
lebih membuat pengendara hanya sekedar menyimpan asal. Jika tidak ada denda
tertera di sana, mungkin sudah puluhan bahkan ribuan kartu hilang. Terutama
karena modelnya yang tidak menarik dan kartu tersebut tidak dapat digantung
seperti kartu tanda mahasiswa.
Karena
ketersediaan kartu parkir yang sedikit, tidak semua pengendara mendapatkan
kartu. Hal tersebut membuat pengendara yang tidak kebagian kartu parkir
terkadang diduga menghilangkan kartu dan harus mengganti denda berupa sejumlah
yang sudah ditentukan. Kartu yang sering hilang juga dapat membawa dampak buruk
bagi satpam, jika kartu yang hilang banyak maka satpam akan kena semprot atasan
dan mengganti rugi denda tersebut.
Dengan
kelemahan kartu parkir yang sering menimbulkan kemacetan, serta ukuran kartu
yang kecil dan ketersediaan kartu yang terbatas, seharusnya bisa menjadi bahan
evaluasi bagi pihak kampus untuk mengganti kartu parkir tersebut dengan kartu
yang lebih modern dan berdaya fungsi lebih. Contohnya adalah kartu tanda
mahasiswa yang dapat digunakan sebagai kartu parkir dan juga sebagai alat
transaksi transportasi seperti kereta, trans jakarta dan lainnya. Kemudian di
depan pintu masuk dapat dibangun palang parkir otomatis khusus mobil dan motor,
sehingga satpam bisa fokus pada tugasnya untuk mengarahkan jalan dan menjaga
keamanan. Bagi acara yang mengundang orang tua ataupun tamu luar, lebih baik
jika menyediakan kartu khusus bagi tamu agar tidak tertukar dengan kartu yang
dosen dan mahasiswa pegang. Alangkah baiknya jika kartu parkir yang semulanya
hanya sebagai tanda bagian dari kendaraan di universitas, berubah menjadi serba
guna, mungkin dengan adanya kartu yang multifungsi tersebut, dosen maupun
mahasiswa akan menjaga baik kartu tersebut, dan satpam tidak perlu repot
menagih kartu yang ada pada dosen maupun mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar