Langsung ke konten utama

Artikel Ilmiah Populer


SEIRING ATAU DIGIRING?
Toxic Relationship

Ketika sabar sudah sampai limitnya. Ketika kesakitan sudah tak ada lagi obatnya. Disitu aku akan menyerah. Memutuskan apapun yang berkaitan denganmu. -Maharapall

Apa kamu punya pacar? Apa hubungan kalian sehat? Tidak semua hubungan yang baik adalah hubungan yang sehat. Hubungan yang baik dan sehat adalah hubungan dua arah yang saling memberikan efek baik, membuat kedua pihak berkembang, tidak dikendalikan oleh satu pihak, dan tidak merugikan diri sendiri atau pasangan. Sebagian besar pasangan tidak menyadari bahwa mereka terikat dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship . Pasrah dan diam saja saat terjebak dalam hubungan yang tidak sehat bukanlah pilihan yang baik.

Penyebab dari hubungan yang tidak sehat adalah kita kurang menghargai diri sendiri dan membiarkan orang lain mengendalikan diri kita, karena jika kita menghargai dan menganggap diri kita berharga, kita tidak akan membiarkan orang lain mengambil alih kendali diri kita sendiri. Penyebab lainnya bisa karena pasangan kita terlalu takut kehilangan kita dan belum bisa percaya pada kita, sehingga dia berpikir bahwa mengikat kita dengan aturan yang ia buat bisa membuat kita selalu terikat dengannya. Hubungan yang seperti ini bisa menyebabkan tidak percaya diri, takut untuk maju, bahkan gangguan mental. Dengan tidak mencintai orang lain lebih dari kita mencintai diri sendiri bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari hubungan yang tidak sehat.

Aku pernah berada dalam hubungan yang tidak sehat. Berawal dari berpacaran dengan seorang laki-laki yang aku anggap baik, baik perilaku maupun ucapannya. Semenjak berpacaran dengannya, aku mulai berubah. Dia mengendalikanku, mengatur segala pergerakan dan hubungan dengan teman-temanku, bahkan sampai ikut campur dalam cara berpakaianku. Sampai aku sadar bahwa aku tidak mengenali siapa sosok dalam cermin yang ada di hadapanku. Itu bukan aku, aku benar-benar tidak mengenalinya. Titik masalah bukan pada diriku, tetapi pada hubunganku yang tidak sehat. Hubunganku tidak dua arah, aku dikendalikan oleh dia yang menghalangiku untuk berkembang.

Dr. Sheri Jacobson, seorang spikoterapis menjelaskan bahwa jika kita berada dalam hubungan yang sehat maka saat berada di dekat pasangan adalah hal yang nyaman dimana kita bisa menjadi diri sendiri. Selain itu, Ammanda Major, Kepala Praktik Klinis ( Head of Clinic Practice) di Yayasan hubungan Relate juga mengatakan dalam hubungan yang sehat ada rasa saling menghormati dan kemampuan untuk berbagi perasaan tanpa rasa takut untuk dikritik atau dipermalukan. Apakah itu semua dapat kita dapatkan dalam hubungan yang tidak sehat? Tentu tidak. Dalam hubungan yang tidak sehat kita diubah menjadi apa yang pasangan kita mau, kita seakan hidup di dalam tubuh orang lain dan tidak mengenali diri sendiri. Ketika ingin menunjukan potensi atau kemampuan baru yang kita miliki pada pasangan, kita malah merasa takut untuk dikritik. Contohnya ketika ingin memakai pakaian yang tidak biasa dipakai, kita sudah tau bahwa si dia pasti bilang “kamu tidak cocok menggunakan itu. Ganti dengan pakaian yang kemarin sudah aku pilihkan!”. Akibatnya, banyak orang yang kehilangan hak atas tubuhnya sendiri karena hubungan yang tidak sehat.
Natanagara, S. 2019. Menurut Ahli, Ini 6 Tanda Kamu Ada Dalam Toxic Relationship. Diambil dari https://www.cosmopolitan.co.id/

Apa kita harus terima dan diam saja ketika terjebak dalam hubungan yang tidak sehat? Jawabannya adalah tidak. Kita tidak boleh diam saja ketika kita di kendalikan oleh orang yang membawa dampak negatif bagi diri kita. Penyanyi cantik, Ariana Grande, lebih memilih berpisah dengan mantan kekasihnya, Mac Miller, demi lepas dari hubungan yang tidak sehat. Setelah menyelesaikan hubungannya dengan Mac, Ariana semakin rajin berkarya dengan lagu-lagunya. Hal tersebut membuktikan bahwa lepas dari hubungan yang tidak sehat membuat kita menjadi lebih berkembang dengan potensi yang kita miliki. Terkadang, penghambat seseorang untuk berkembang adalah orang yang paling dekat dengan orang tersebut.

Memang tidak mudah untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat, apalagi kita menjalani itu dengan orang yang kita sayangi. Tetapi berada dalam hubungan yang seperti itu juga tidak baik untuk diri sendiri dan pasangan. Walaupun sulit, kita tetap harus keluar atau setidaknya memperbaiki yang sudah tidak sehat ini. Kamu bisa keluar dari hubungan yang tidak sehat dengan melakukan hal-hal kecil, contohnya menyibukkan diri dengan kegiatan baru yang belum pernah kamu coba sebelumnya, pergi bersama teman-teman yang sudah lama tidak kamu temui, dan yang paling penting adalah sadar bahwa dirimu itu berharga, sayangi dirimu sendiri. Pikirkan dulu perasaanmu sebelum kamu memikirkan perasaan orang lain, bagaimana kamu bisa menyayangi orang lain jika kamu tidak bisa menyayangi dirimu sendiri.

Jika dari kalian masih ada yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, jangan pernah takut untuk keluar dari hubungan itu. Mulai saat ini tinggalkan semua yang menghambat dirimu untuk berkembang, hindari hal-hal yang bisa menyebabkan hubunganmu menjadi tidak sehat. Pakai masa mudamu sebaik-baiknya. Kamu berharga, kamu berhak bahagia. Dalam setiap hubungan seharusnya kedua pihak berjalan seiring. Jika setiap pergerakanmu dikendalikan oleh pasangan, kamu sedang berjalan seiring atau digiring?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Deskripsi - Permen Beruang

Pagi ini dosen kami memberikan satu buah permen jelly. Kemasannya terbuat dari plastik berwarna dominan biru dengan tepi atas dan bawah yang bergerigi. Pada bagian tengah kemasan yang transparan, terlihat permen jelly berbentuk beruang berwarna kuning.  Saat kemasan disentuh dan digesek, akan mengeluarkan bunyi “kresek.. kresek..”. Jika sudah dikeluarkan dari kemasannya lalu disentuh, permen jelly ini memiliki tekstur yang halus, kenyal dan sedikit lengket. Aroma dan rasanya seperti buah nanas yang manis dengan sedikit asam, serta terasa kenyal dan lengket di mulut.

Teks Narasi

Dia Irna adalah nama panggilanku, perempuan berdarah Aceh yang tinggal di salah satu kota besar di pulau Jawa. Seorang siswi SMA yang pernah merasakan pahitnya cinta seperti remaja pada umumnya. Berawal dari perkenalan singkat di salah satu acara antarsekolah, berlanjut menjadi pertemanan yang lebih dalam sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan kami berjalan selama tiga tahun. Setiap pulang sekolah dia selalu menjemputku, padahal jarak sekolah kami lumayan jauh. Keluargaku dan keluarganya sudah saling kenal. Aku pernah ikut keluarganya liburan ke Jogja dan Bali, dia juga pernah ikut keluargaku liburan ke rumah nenekku. Saat itu aku merasa sangat bahagia dan semua terasa sangat indah. Aku senang bisa kenal dia. Namun, hubungan kami berbalik ketika dia mulai bersikap aneh. Dia yang awalnya sangat perhatian berubah cuek dan mudah marah. Kondisi ini membuat aku bertanya   ada apa sebenarnya, dia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. “Apa ad...