Langsung ke konten utama

Teks Argumentasi


Seniman Juga Bisa Sukses
Apa yang salah menjadi seorang seniman? Menurut saya profesi seniman tidak kalah penting dari profesi lain. Pada saat ini masih banyak orang tua yang melarang anak-anaknya memilih seni sebagai sesuatu yang serius untuk diminati dan beranggapan bahwa seorang seniman tidak memiliki masa depan yang cerah. Kenyataannya, sudah banyak seniman Indonesia yang sukses. Dalam kehidupan sehari-haripun kita tidak dapat dipisahkan oleh seni seperti misalnya musik dan gambar. Lantas, mengapa seniman harus dipandang sebelah mata?
Rasa dalam sebuah seni sangatlah penting, tidak semua orang memilikinya dan itulah yang menjadikan seni sebagai sesuatu yang bernilai. Indonesia beruntung memiliki orang-orang yang berjiwa seni tinggi, bahkan bukan hanya berjiwa seni tetapi juga bisa sukses sampai ke luar negeri. Tidak sedikit seniman Indonesia yang berhasil, contohnya adalah Shaggydog dan Alfa Kriting. Shaggydog adalah grup musik asal Jogja, terbentuk dari anak-anak SMA yang sering berkumpul bareng sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sebuah band beraliran ska. Grup Musik lokal ini berhasil masuk dalam kompilasi album bertajuk Asian Ska Foundation dan bersanding dengan grup musik ska lain se-Asia. Berbeda dengan Shaggydog, Alfa Kriting adalah seniman perupa. Berawal dari hobi menggambarnya sejak SD hingga saat ini menjadi seorang pelukis, seniman tato sekaligus seorang desainer, Alfa membuktikan kepada orang tuanya yang dulu melarang ia meneruskan jiwa seninya bahwa menjadi seniman juga bisa sukses.
Seni tidak bisa dilepaskan dari hidup setiap manusia. Musik dan gambar juga termasuk dalam cabang seni. Setiap hari semua orang pasti mendengarkan musik, mulai dari musik pada iklan, alarm ataupun nada dering ponsel. Sama seperti musik, gambar juga memiliki peran penting dalam kehidupan, pernahkan kita melewati satu hari saja tanpa gambar? Bayangkan bagaimana rasanya jika poster di mading  hanya teks tanpa gambar atau bus kota hanya warna polos tanpa gambar. Hal-hal tersebut membuktikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidak bisa lepas dari seni, yang berarti bahwa seorang seniman memiliki peran yang sangat penting sama seperti profesi lain.
Tidak sedikit orang tua yang berpendapat jika seniman tidak memiliki masa depan yang cerah. Saya kurang setuju dengan pendapat seperti itu karena masa depan yang cerah adalah milik semua orang, termasuk seorang seniman. Tidak ada salahnya menjadi seorang seniman, yang salah adalah orang yang berpendapat bahwa menjadi seniman adalah sebuah kesalahan. Seorang seniman juga memiliki kesempatan sukses yang sama dengan profesi lain dan sudah banyak contohnya.
Dari sekian banyak seniman Indonesia yang sukses, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesuksesan adalah milik semua orang, setiap orang ataupun setiap profesi memiliki kesempatan sukses yang sama. Apalagi seorang seniman, karena seniman sangat dibutuhkan bahkan dalam kehidupan sehari-hari yang berarti memiliki  peluang lebih untuk sukses. Jadi, masihkah kamu memiliki anggapan bahwa seniman tidak memiliki masa depan yang cerah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Deskripsi - Permen Beruang

Pagi ini dosen kami memberikan satu buah permen jelly. Kemasannya terbuat dari plastik berwarna dominan biru dengan tepi atas dan bawah yang bergerigi. Pada bagian tengah kemasan yang transparan, terlihat permen jelly berbentuk beruang berwarna kuning.  Saat kemasan disentuh dan digesek, akan mengeluarkan bunyi “kresek.. kresek..”. Jika sudah dikeluarkan dari kemasannya lalu disentuh, permen jelly ini memiliki tekstur yang halus, kenyal dan sedikit lengket. Aroma dan rasanya seperti buah nanas yang manis dengan sedikit asam, serta terasa kenyal dan lengket di mulut.

Teks Narasi

Dia Irna adalah nama panggilanku, perempuan berdarah Aceh yang tinggal di salah satu kota besar di pulau Jawa. Seorang siswi SMA yang pernah merasakan pahitnya cinta seperti remaja pada umumnya. Berawal dari perkenalan singkat di salah satu acara antarsekolah, berlanjut menjadi pertemanan yang lebih dalam sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan kami berjalan selama tiga tahun. Setiap pulang sekolah dia selalu menjemputku, padahal jarak sekolah kami lumayan jauh. Keluargaku dan keluarganya sudah saling kenal. Aku pernah ikut keluarganya liburan ke Jogja dan Bali, dia juga pernah ikut keluargaku liburan ke rumah nenekku. Saat itu aku merasa sangat bahagia dan semua terasa sangat indah. Aku senang bisa kenal dia. Namun, hubungan kami berbalik ketika dia mulai bersikap aneh. Dia yang awalnya sangat perhatian berubah cuek dan mudah marah. Kondisi ini membuat aku bertanya   ada apa sebenarnya, dia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. “Apa ad...